Mataindonesia77

Ketahui Apa Itu Rapid Tes Untuk Virus Corona

Mata Indonesia77Ketahui Apa Itu Rapid Tes Untuk Virus Corona, Banyaknya orang yang positif terkena virus Corona (COVID-19) di Indonesia semakin hari semakin semakin bertambah. Buat menahan penebaran virus Corona lebih luas kembali, pemerintahan memberikan instruksi untuk lakukan rapid tes, terutamanya di sejumlah daerah di Indonesia yang mempunyai kasus COVID-19 yang tinggi. Test ini diperuntukkan supaya pemerintahan dan petugas kesehatan dapat ketahui siapa orang yang mempunyai potensi menebarkan virus Corona dan bertindak penangkalan supaya jumlah kasus COVID-19 tidak semakin banyak.

Ketahui Apa Itu Rapid Tes Untuk Virus Corona

Rapid tes yang beredar banyak sekarang ini ialah sistem untuk mengetahui anti-bodi, yakni IgM dan IgG, yang dibuat oleh badan untuk menantang virus Corona. Anti-bodi ini akan dibuat oleh badan jika ada paparan virus Corona. Dalam kata lain, jika anti-bodi ini teridentifikasi pada tubuh seorang, maknanya badan orang itu pernah terkena atau dimasuki oleh virus Corona. Tetapi, perlu Anda kenali, pembangunan anti-bodi ini memakan waktu, bahkan juga dapat sampai beberapa minggu.

Perihal ini pula yang mengakibatkan akurasi dari rapid tes anti-bodi ini benar-benar rendah. Bahkan juga dalam sebuah penilaian, diambil kesimpulan jika akurasi rapid tes dalam mengetahui anti-bodi pada SARS-CoV-2 cuman 18%. Maknanya, bila 100 orang memperoleh hasil yang negatif dari rapid tes, cuman 18 orang yang betul-betul tidak terkena virus ini. Saat itu, 92 orang yang lain sesungguhnya sudah terkena, tetapi tidak teridentifikasi dengan alat ini.

WHO secara tegas tidak merekomendasikan rapid tes anti-bodi sebagai fasilitas untuk menganalisis COVID-19. Walau demikian, WHO masih tetap membolehkan pemakaian test ini untuk riset atau pengecekan pandemiologi. Selainnya rapid tes untuk anti-bodi, belakangan ini dibikin rapid tes untuk mengetahui antigen atau protein yang membuat tubuh virus pemicu COVID-19 atau SARS-CoV-2.

Sistem rapid tes ini lebih tepat dari rapid tes anti-bodi. Tetapi, test ini cuman tepat untuk pasien dalam jumlah virus yang tinggi di badannya. Sementara untuk orang yang belum tahu statusnya, ketepatannya cukup rendah, yakni cuman 30% . Maka, pemakaian test ini untuk analisis awalnya benar-benar tidak dianjurkan.

Selainnya rapid tes, sekarang alat GeNose sudah dipakai sebagai alternative skrining awalnya untuk COVID-19. Meskipun begitu, alat ini belum juga tahu tingkat ketepatannya. Test yang bisa pastikan apa seorang positif terkena virus Corona selama ini hanya pengecekan polymerase chain reaction (PCR). Pengecekan ini dapat mengetahui langsung kehadiran virus Corona, bukan lewat ada atau tidaknya anti-bodi pada virus ini.

Proses pengecekan rapid tes anti-bodi diawali dengan ambil contoh darah dari ujung jemari yang selanjutnya diteteskan ke alat rapid tes. Seterusnya, cairan untuk mengidentifikasi anti-bodi akan diteteskan pada tempat yang serupa. Hasilnya akan berbentuk garis yang ada 10-15 menit sesudahnya. Hasil rapid tes positif (reaktif) mengisyaratkan jika orang yang dicheck pernah terkena virus Corona. Walau demikian, orang yang telah terkena virus Corona dan mempunyai virus ini dalam badannya bisa memperoleh hasil rapid tes negatif (non-reaktif), karena badannya belum membuat anti-bodi pada virus Corona.

Oleh karenanya, bila hasilnya negatif, pengecekan rapid tes perlu diulangi satu kali lagi 7-10 hari sesudahnya. Anda pun masih tetap dianjurkan untuk lakukan karantina mandiri sepanjang 14 hari meskipun tidak alami tanda-tanda benar-benar dan berasa sehat. Jika hasil rapid tes Anda positif, tidak boleh cemas dahulu. Anti-bodi yang teridentifikasi pada rapid tes bisa sebagai anti-bodi pada virus lain atau coronavirus tipe lain, bukan yang mengakibatkan COVID-19 atau SARS-CoV-2.

Sementara untuk rapid tes antigen, pengecekannya cukup berlainan. Contoh yang dipakai untuk pengecekan test ini ialah hasil swab hidung dan kerongkongan atau juga bisa air liur. Test ini bisa mengetahui tidak ada atau adanya antigen virus pemicu COVID-19 dalam kurun waktu 15 menit. Jika hasil rapid tes antigen negatif, Anda harus tetap jalani karantina mandiri, apa lagi bila alami tanda-tanda aliran pernafasan. Sementara jika hasilnya positif, masih tetap ada peluang jika antigen tidak berawal dari virus pemicu COVID-19.

Oleh karenanya, baik memakai rapid tes anti-bodi atau antigen, perlu dilaksanakan ambil swab untuk test PCR buat pastikan benarkah ada infeksi SARS-CoV-2. Saat sebelum lakukan test PCR atau sepanjang menanti hasilnya, Anda harus jalani karantina mandiri di dalam rumah minimum 14 hari. Sepanjang isolasi, jauhi pergi dan contact sama orang yang lain tinggal serumah, sekalian mengaplikasikan gaya hidup sehat dan bersih. Aplikasikan physical distancing, yakni jaga jarak minimal 1 mtr. dari pihak lain dan menggunakan masker saat harus berhubungan sama orang lain.

Disamping itu, apa saja hasil rapid testnya, awasi terus keadaan kesehatan Anda. Jika ada tanda-tanda COVID-19, seperti batuk, demam, suara serak, dan napas sesak, selekasnya kontak sarana service kesehatan atau hotline COVID-19 untuk memperoleh pengecekan selanjutnya.

Related Posts