emuan Beras Bansos Yang Ditimbun Di Depok

Polisi Panggil JNE Terkait Penemuan Beras Bansos Yang Ditimbun Di Depok

Mataindonesia77 – Jakarta , Polisi menyelidiki temuan beras bansos berkarung-karung yang ditimbun di Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok. Hari ini, polisi akan memanggil pihak JNE untuk meminta klarifikasi terkait beras yang tertimbun di Depok tersebut.

“Hari ini baru akan kita klarifikasi resmi.” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan dalam keterangan terhadap wartawan mataindonesia77.com, Senin (1 agustus 2022).

Sebelumnya polisi sudah meminta konfirmasi kepada pihak JNE terkait beras berkarung-karung yang ditemukan tertimbun di kota Depok itu.

“Dari konfirmasi di lapangan, JNE mengatakan dan mengakui yang menimbun memang JNE,” ujarnya.

 

Polisi Koordinasi dengan Dinsos Kota Depok

Selain itu, pihak Polres Metro Depok juga telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) Depok terkait penemuan beras ditimbun tersebut. Dari hasil koordinasi, Dinsos Kota Depok tidak pernah bekerja sama dengan pihak JNE untuk menyalurkan bansos.

“Hasil koordinasi dengan Dinsos Kota Depok bahwa Dinsos Kota Depok tidak pernah menggunakan jasa JNE untuk mengirimkan bahan sembako untuk wilayah kota Depok tersebut. Untuk pengiriman beras yang menggunakan jasa JNE adalah Kemensos RI kerja sama dengan BULOG.” ujar Zulpan.

Zulpan menjelaskan pihaknya saat ini sedang menyelidiki lebih lanjut terkait temua beras yang ditimbun di Depok ini. Polisi akan memintai keterangan dari pihak terkait untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Sebelumnya, polisi telah memintai keterangan Rudi Samin, pemilik tanah yang lahannya telah digunakan untuk memarkir mobil JNE. Rudi Samin awalnya mendapatkan informasi terkait beras bansos yang ditimbun itu dari pria inisial S.

“Saudara S adalah mantan karyawan JNE yang telah dikeluarkan oleh JNE terkait dengan tidak pidana,” ungkap Zulpan.

Penjelasan JNE

Pihak JNE buka suara terkait temuan berkarung-karung beras bantuan sosial (bansos) di tanah lapang wilayah Tirtajaya, Sukmajaya, Depok. Beras yang dikubur itu sudah sesuai dengana prosedur . VP of Marketing JNE Express, Eri Palgunadi mengatakan temuan beras bansos di depok merupakan barang rusak. Dan dikatakan Eri tidak ada pelanggaran disana.

“Terkait dengan pemberitaan temuan beras bantuan sosial di Kota Depok tidak ada pelanggaran yang dilakukan, karena sudah melalui proses standar operasional (SOP) penanganan barang yang telah rusak,” papar Eri dalam keterangan resminya, Minggu (31 Juli 2022).

“Sesuai dengan perjanjian kerja sama yang telah disepakati dari kedua belah pihak. JNE selalu berkomitmen untuk mengikuti segala prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku di indonesia apabila diperlukan.” sambungnya.

 

Agen judi deposit pulsa“.

Related Posts