Mataindonesia77

Kunci Sukses Bangun Bisnis Ala Pemilik Dapur Solo

Mata Indonesia77Kunci Sukses Bangun Bisnis Ala Pemilik Dapur Solo, Keadaan wabah memang jadi rintangan tertentu untuk beberapa orang. Ditambah, buat memperoleh pendapatan lebih, cukup banyak aktor bisnis yang ambil ide untuk mengawali bisnisnya sendiri dari rumah. Dan cukup banyak juga yang tawarkan beragam menu ciri khas Indonesia yang termasuk gampang dan ditawarkan ke customer. Seperti yang sudah dilakukan Karina Rosalin Kumarga, atau yang dekat disebutkan Nyonya Swan. Membuat rumah makan Dapur Solo di tahun 1988, Swan mengawali bisnisnya dari garasi rumah cukup dengan modal sejumlah Rp100.000 dan mendatangkan makanan ciri khas Solo dan Jawa tengah yang dekat di lidah konsumen setia.

Sesudah 33 tahun, Dapur Solo sekarang jadi rumah makan populer. Lebih kurang ada 42 cabang restaurant di Jakarta dan sekelilingnya. Sekarang nama Dapur Solo tidak asing dalam telinga warga Indonesia dan sama dengan menu kulineran ciri khas Solo dan Jawa tengah. Menurut Ny. Swan, ada lima kunci keberhasilan yang digenggam tegar dalam membuat dan meningkatkan Dapur Solo. Untuk Mam yang sedang mencoba bisnis makanan rumahan di tengah-tengah wabah.

Kunci Sukses Bangun Bisnis Ala Pemilik Dapur Solo

1. Bersikap Percaya Diri Dan Penuh Semangat

Menurut Ny. Swan, kesuksesan seorang pebisnis tergantung ke kegigihannya dalam pecahkan permasalahan. Selain itu, pebisnis diharapkan sanggup hadapi rintangan yang jelas akan tiba saat masuk ke dunia bisnis. Oleh karena itu, seorang pebisnis harus berlaku percaya diri dan semangat tinggi. “Jadi pebisnis harus passionate atau semangat dalam membentuk bisnis. Semangat ialah hal yang bakal membuat seorang jadi ulet dalam bekerja dan semangat itu yang bakal memunculkan rasa tidak mudah menyerah yang paling diperlukan dalam menjalankan bisnis,” terangnya.

2. Pintar Berpromosi

Satu kejelasan mendatang saat menjalankan bisnis ialah turun-naiknya jumlah omset dan pegawai. Tetapi, pebisnis yang jelas sukses, menurut Ny. Swan, ialah pebisnis yang pintar cari gagasan untuk berpromosi. “Saat omset turun, kita harus pintar berpromosi dan manfaatkan jumlahnya sosial media yang dapat dipakai. Pada awal saya meniti bisnis, saya membuat edaran dan menebarkannya sekalian mengantar pesanan konsumen setia dari rumah ke rumah memakai sepeda. Di jaman kekinian saat ini, kita harus inovatif dan manfaatkan internet untuk meningkatkan bisnis kita,” sambungnya.

3. Pintar Bergaul Dan Bersahabat Dengan Siapa Saja

Sepanjang 33 tahun membuat Dapur Solo, Ny. Swan selalu memandang jika konsumen setia yang tiba ialah rekan. Dari ini, dianya tergerak untuk berlaku ramah ke siapa saja. “Semenjak awalnya saat saya baru mempunyai satu cabang di Sunter, saya selalu bisnis layani tiap konsumen setia seperti seorang rekan dengan kerap menegur dan ajak mereka bercakap-cakap. Ini memunculkan rasa kekerabatan untuk konsumen setia yang tiba ke Dapur Solo dan dapat memunculkan kesetiaan. Selainnya rasa makanannya yang nikmat, rasa kekerabatan bisa juga membuat konsumen setia tiba kembali lagi ke bisnis kita,” terang Ny. Swan.

4. Gunakan Momen Cantik Dan Peluang Kerja Sama

Ny. Swan menerangkan jika minimal bujet dana pemasaran untuk satu bisnis ialah 1-3% dari omset yang masuk. Tetapi selain itu, pemilik bisnis bisa juga tumbuhkan pemasaran lewat kesertaan dengan program kampanye tanggal elok dari penyuplai service pembayaran digital seperti ShopeePay. “Di periode wabah, pemasaran dine-in Dapur Solo alami pengurangan. Tetapi, karena ada kampanye tanggal elok ShopeePay, jumlah transaksi bisnis memakai ShopeePay dapat bertambah sampai 120%,” papar Ny. Swan. Dia juga akui jika di keadaan wabah, bisnisnya benar-benar tertolong karena ada service pesan antara seperti ShopeeFood yang ikut mendatangkan bermacam promosi menarik. Bulan ini, Dapur Solo kembali berperan serta di kampanye tanggal elok ShopeePay 8.8 Juara Cashback. Pada kampanye itu, bermacam menu Dapur Solo dan beberapa ratus merchant yang lain dapat didapat lebih irit karena ada promo-promo seperti Voucer Cashback 100% dengan harga Rp 88.

5. Anggap Saja Pekerjaan Yang Dilakukan Sebagai Hoby

Tidak ada tugas yang tidak memunculkan penekanan. Tetapi, Ny. Swan mempunyai satu konsep untuk menangani hal itu. “Kita harus memandang jika tugas itu hoby. Dengan begitu, tidak berasa ada penekanan saat kita bekerja. Hal tersebut yang saya aplikasikan sepanjang saya membuat Dapur Solo. Saya terlatih bekerja sepanjang 14 jam setiap harinya dan saya menganggap sebagai hoby. Tiap hari saya tidur jam 10 malam dan bangun jam 4 pagi untuk bekerja dan meningkatkan Dapur Solo. Bila kita ulet dalam bekerja, tentu keberhasilan akan tiba mendekati kita,” terang Ny. Swan.

Related Posts