Mataindonesia77

9 Tanda Kemungkinan Sudah Terinveksi Virus Corona Tanpa Disadari

Mata Indonesia779 Tanda Kemungkinan Sudah Terinveksi Virus Corona Tanpa Disadari, Selainnya memunculkan tanda-tanda berat sampai membutuhkan perawatan rumah sakit, infeksi virus corona ada juga yang tidak memiliki gejala. Hal tersebut memunculkan pertanyaan dan kekuatiran, apa Anda dapat terkena virus corona tanpa diakui? Pakar jantung di London Dr Dominic Pimenta menjelaskan ke Cosmopolitan, 14 Oktober 2020, jika pasien Covid-19 memiliki gejala enteng capai 80%.

“Kami semua ketahui tanda-tanda ciri khas Covid (demam tinggi, batuk kering) tapi beberapa pasien (sampai 80 %) mempunyai tanda-tanda yang paling enteng atau mungkin tidak ada tanda-tanda sama sekalipun. Saat tanda-tanda betul-betul terjadi, demam dan batuk ada pada sekitaran 50% dan 60% pasien”. Menurut beberapa pakar beberapa pertanda menjadi panduan jika Anda kemungkinan telah terkena Covid-19.

9 Tanda Kemungkinan Sudah Terinveksi Virus Corona Tanpa Disadari

  • Sakit Kepala Berulang-Ulang

Menurut Dr Pimenta sekitar 70% orang menanggung derita sakit di kepala karena virus corona, tetapi itu bukan tanda-tanda yang banyak dibahas orang. Bila Anda umumnya menanggung derita sakit di kepala, Anda kemungkinan tidak memerhatikan peralihan apa saja. Tapi bila Anda bukan type orang yang selalu bawa sekotak Ibu profen atau obat sakit di kepala, itu kemungkinan memiliki arti Anda perlu lakukan test virus corona.

  • Capek

Bila Anda berasa seperti 1 minggu penuh terlewati karena kecapekan, itu bisa saja sebagai pertanda awalnya Covid-19. Tetapi kecapekan tidak ada sendiri, ada tanda-tanda Covid-19 yang lain yang mengikuti. Menurut study yang diedarkan di JAMA (Journal of the American Medical Association), kecapekan adalah dampak yang tahan lama sesudah seorang terkena Covid-19. Study itu mendapati jika 53% pasien menjelaskan mereka berusaha menantang kecapekan sekitaran 60 hari sesudah mereka pertama kalinya memperlihatkan pertanda virus.

  • Sakit Kerongkongan

Dengan sakit kerongkongan Anda dapat terserang flu. Tetapi juga bisa jadi pertanda jika Anda terserang virus corona. Kenyataannya, 52,9% pasien alami sakit kerongkongan.

  • Muntah Dan Diare

Tanda-tanda itu kurang banyak dibahas sebagai tanda-tanda Covid-19. Sakit di perut, mual dan diare menjadi pertanda virus corona, walau jarang ada sendiri. Cuman 4% orang didiagnosa muntah dan diare sebagai tanda-tanda tunggal tanpa tanda-tanda pengantar.

  • Flue Yang Kronis

Dikutip Prevention, 27 Agustus 2020, menurut riset dari University of Texas diketemukan jika untuk tiap dua kasus flu, ada satu kasus Covid-19. “Perlu waktu semakin lama untuk keluar ke wilayah perdesaan maka bila Anda ada dalam suatu pertanian pada musim dingin ini dan Anda menanggung derita pilek, Anda kemungkinan barusan masuk angin. Bila Anda ada di New York City atau kota besar yang lain, Anda barangkali sempat terkena Covid-19 dan tak pernah mengetahuinya,” kata Dr William Schaffner, MD, specialist penyakit menyebar dan dan profesor di Vanderbilt University School Kedokteran. Schaffner menjelaskan susah untuk membandingkan flu dari wujud enteng Covid-19 tanpa test, bergantung pada tanda-tanda yang dirasakan. Tapi flu umumnya tidak mengakibatkan napas sesak, sakit di kepala kronis, atau tanda-tanda gastrointestinal.

  • Kehilangan Indra Penciuman Atau Pengecapan

Lenyapnya berbau dan rasa sudah jadi ciri-ciri khusus Covid-19. Walau tanda-tanda ini tidak ada kesemua orang, ahli penyakit menyebar Dr Amesh A Adalja, MD, memperlihatkan jika saat ini benar-benar berkaitan dengan virus corona baru. Data awalnya dari American Academy of Otolaryngology-Head and Neck Surgery (AAO-HNS) mendapati jika, pada pasien Covid-19 yang kehilangan indra penciumannya, sekitar 27% alami “pembaruan” dalam kurun waktu sekitaran tujuh hari. Sementara mayoritas lebih baik dalam kurun waktu 10 hari. Anda dapat kehilangan indra ini untuk beberapa waktu dengan keadaan pernafasan yang lain, seperti pilek, flu, infeksi sinus, atau bahkan juga dengan alergi angin-anginan. Tapi beberapa pakar menjelaskan jika tanda-tanda itu bisa bertahan pada sebagian orang dan berjalan sepanjang beberapa bulan sesudah sembuh dari Covid-19.

  • Kerontokan Yang Tidak Dapat Diterangkan

Anggota dari Survivor Corps (group support Facebook untuk beberapa orang yang terkena Covid-19) bicara mengenai alami rambut rontok beberapa bulan sesudah sembuh dari virus corona. Dr Adalja menjelaskan itu disebabkan karena keadaan yang dikenali sebagai telogen effluvium dan bisa disebabkan karena banyak factor, terhitung kehamilan, depresi berlebihan, pengurangan berat tubuh, dan penyakit selainnya Covid-19. Tetapi tidak cuman kerontokan, menurut Dr Adalja Anda tentu akan alami tanda-tanda yang lain seperti batuk atau demam.

  • Terkadang Berasa Sesak

Riset yang diedarkan dalam jurnal JAMA sudah mendapati jika orang dengan Covid-19 bisa alami efek virus, terhitung napas sesak. “Jika sudah ini, kemungkinan penyakit yang Anda rasakan awalnya sebetulnya ialah Covid,” kata Dr Schaffner. Bila terjadi begitu, Anda harus selekasnya mengontak dokter untuk ditunjuk ke pakar paru.

  • Batuk Yang Tidak Juga Pulih

Batuk yang berkelanjutan ialah tanda-tanda yang lain disampaikan oleh beberapa orang yang berperan serta dalam riset JAMA. Dr Adalja menjelaskan batuk yang terjadi ialah batuk kering maknanya tidak ada dahak atau lendir. Data dari CDC mendapati jika 43% orang yang menanggung derita Covid-19 masih alami batuk 14 sampai 21 hari sesudah ditest positif.

Related Posts